Minggu, 01 April 2012

tumbuh kembang bayi


BAB I
PENDAHULUAN

A.                      LATAR BELAKANG
               Masalah yang paling merisaukan terutama di berbagai negara yang sedang berkembang pada penghujung abad ke-20 ini adalah tingginya angka kematian bayi dan anak balita. Kerisauan ini disebabkan karena permasalahan kematian Bayi dan Balita bukan hanya dipandang sekedar indikator kesehatan penduduk suatu bangsa, akan tetapi dipandang sebagai indikator kualitas hidup suatu bangsa yang sekaligus juga sebagai indikator pembangunan.
               Melalui berbagai kemajuan di bidang kesehatan, berbagai penyakit yang pada masa 50 tahun kebelakang merupakan momok  yang paling menakutkan karena telah memakan banyak korban seperti cacar, kolera, dsb telah bisa diatasi. Akan tetapi penyebab  kematian yang paling mendasar yang merupakan penyebab utama kematian bayi dan balita adalah disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk dan merajalelanya penyakit infeksi. Kedua penyebab itu bertalian erat dengan berbagai aspek kehidupan diantaranya penyediaan air bersih, perumahan dan lingkungan hidup yang saniter, kualitas dan kuantitas makanan/ Gizi yang memenuhi syarat.
               Gizi merupakan satu input penting untuk menentukan kualitas sumber daya manusia ( SDM ), sasaran program gizi cukup luas mulai dari bayi, balita, anak usia sekolah, ibu hamil ( menyusui ) sampai dengan manusia lanjut ( Lansia ), karena kelompok-kelompok tersebut sangat rentan terhadap permasalahan gizi.  
               Kelompok Bayi ( Usia 0-12 bulan ) termasuk kelompok yang menjadi  utama yang sangat konsen untuk diperhatikan, hal ini disebabkan karena fase pertumbuhan seseorang setelah dalam kandungan adalah masa bayi. Bayi-bayi yang lahir pada masa sekarang inilah yang  akan menjadi generasi penerus dan pengganti generasi pada masa ini, oleh sebab itu kesehatan bayi dan balita saat ini menjadi cermin kesehatan di masa yang akan datang.
               Kehadiran seorang bayi di tengah keluarga pasti akan mengundang sejuta rasa. Bahagia, bangga, terharu, deg-degan, semua bercampur menjadi satu. Bayi yang lahir normal tanpa hambatan atau penyulit persalinan, akan mempunyai kesempatan untuk tumbuh-kembang optimal. Selain pasokan gizinya yang baik dan memadai, juga asuhan orangtua ikut pula menentukan sehat tidakya seorang anak kelak.
Bayi yang sehat baik selera makannya, lahap proses makannya dan baik mobilitas fisiknya. Bayi juga selalu riang, tidurnya lelap, tidak gelisah, laju peningkatan kecerdasannya sejalan dengan pertambahan umurnya. Namun, di balik tubuh mungilnya, bayi pun rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Ditambah lagi dengan masih terbatasnya kemampuan untuk berkomunikasi, semakin menyulitkan orangtua untuk memahami masalah yang dialami buah hatinya ini.
               Untuk itulah makalah ini disusun untuk membahas mengenai permasalahan pada bayi, dari mulai pertumbuhan fisik, perkembangan psikis dan konsumsi  pangan yang baik untuk bayi, sehingga ia dapat tumbuh dan berkembag secara optimal.
B.                       Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
Tujuan Umum : Pembaca dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bayi
Tujuan Khusus :
-   Mengetahui proses pertumbuhan bayi
-   Mengetahui Proses perkembangan bayi dan stimulasi perkembangan pada bayi
-   Mengetahui Kebutuhan gizi bayi
-   Mengetahui mengenai ASI ( nilai gizi, manfaat, masalah dalam menyusui )
-   Panduan pemberian makanan pada bayi






BAB II
PERMASALAHAN
               Dari Hasil pengamatan di lapangan dan dari kumpulan berbagai literatur, terdapat beberapa permasalahan yang sering terjadi pada bayi, penyusun membagi dalam 3 permasalahan, yaitu dari segi  fisik, psikis dan segi konsumsi pangan.
A.                      Segi  Fisik
               Pertumbuhan ( growth ) berkaitan denga masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat ( gram , pounds, kilogram ), ukuran panjang ( cm, meter ), umur tulang dan keseimbangan metabolik ( retensi kalsium dan nitrogen tubuh ).
Pertumbuhan Postnatal yang mempengaruhi pertumbuhan bayi secara umum dapat digolongkan pada :
1.                       Lingkungan biologis antara lain :
a.                       Ras ( Suku Bangsa )
b.                       Jenis Kelamin
c.                        Umur
d.                       Gizi
e.                       Perawatan kesehatan
f.             Kepekaan terhadap penyakit
g.                       Penyakit kronis
h.                       Fungsi metabolisme
i.             Hormon

2.                       Faktor fisik, antara lain :
a.                       Cuaca, musim, keadaan geografis suatu daerah
b.                       Sanitasi
c.                        Keadaan rumah
d.                       Radiasi

Pertumbuhan fisik setelah lahir :
a.                       Berat badan
               Pada bayi yang lahir cukup, berat badan waktu lahir, akan kembali pada hari ke-10, adapun pertumbuhan berat badan pada bayi :
-   Berat badan umur 6 bulan     : 2 X Berat badan lahir
-   Berat badan 12 bulan             : 3 X Berat badan lahir
Terdapat Kenaikan berat badan minimal (KBM ) dari bayi yang harus dicapai setiap bulannya, yang dapat dilihat dari Kartu menuju Sehat ( KMS ) berdasarkan jenis kelamin :
Kenaikan Berat badan Minimal :
Umur
0
1
2
3
4
5
6
7 s.d 12 bulan
KBM

800 gr
900 gr
800 gr
600 gr
500 gr
400 gr
300 gr

b.                       Tinggi badan
               Tinggi badan rata-rata pada waktu lahir adalah 50 cm, secara garis besar, tinggi bayi dapat diperkirakan  Pada usia 1 tahun           =  1,5 X TB lahir.

c.                        Kepala
               Lingkar Kepala pada waktu lahir rata-rata 34 cm dan besarnya lingkar kepala ini lebih besar dari lingkar dada. Pada bayi umur 6 bulan lingkar kepala rata-ratanya adalah 44 cm, umur 1 tahun adalah 47 cm. Jadi pertumbuhan lingkar kepala pada usia 6 bulan pertama adalah 10 cm, atau sekitar 50% dari pertambahan lingkaran kepala dari lahir sampai dewasa terjadi pada 6 bulan pertama kehidupan. Pertumbuhan tulang kepala mengikuti petumbuhan otak, demikian pula sebaliknya. Pertumbuhan otak yang  tercepat terjadi pada trimester ketiga kehamilan smapai 5-6 bulan pertama setelah lahir. Pada masa ini terjadi pembelahan sel-sel otak yang pesat, setelah itu pembelahan melambat dan terjadi pembesaran sel-sel otak saja. Sehingga pada waktu lahir berat otak bayi ¼ berat otak orang dewasa, tetapi jumlah selnya sudah mencapai 2/3 jumlah sel otak dewasa.
d.                       Gigi
               Gigi pertama tumbuh pada umur 5-9 bulan, pada umur 1 tahun sebagian   besar anak mempunyai 6-8 gigi susu.

e.                       Jaringan Lemak
               Selain otot-otot, jaringan lemak juga menentukan ukuran dan bentuk tubuh seseorang. Pertumbuhan jumlah sel lemak meningkat pada trimester III kehamilan sampai pertengahan masa bayi. Setelah itu jumlah sel lemak tidak banyak bertambah. Banyak dan besarnya sel lemak menentukan gemuk atau kurusnya seseorang.

f.           Organ-organ tubuh
               Pertumbuhan organ-organ tubuh mengikuti polanya sendiri-sendiri. Secara umum terdapat 4 pola pertumbuhan organ, yaitu :
1.                       Pola Umum ( General pattern )
               Pola Genital ( Reproductive pattern ) . Yang mengikuti pertumbuhan pola umum adalah tulang panjang, otot skelet ( pada neonatus 20-25 % berat badan ), sistem pencernaan, pernafasan, peredaran darah dan volume darah.
2.                       Pola  neural ( Brain & head pattern )
               Perkembangan otak bersama-sama tulang tengkorak yang melindunginya, mata dan telinga berlangsung lebih dini. Berat otak waktu lahir 25% berat otak dewasa.
3.                       Pola limfoid ( Lymphoid pattern )
               Pertumbuhan jaringan limfoid agak berbeda dari bagian tubuh lainnya, pertumbuhan mencapai maksimum sebelum masa adolesensi ( 13 - 15 tahun ) kemudian menurun  hingga mencapai ukuran dewasa.
4.                       Pola genital ( Reproductive pattern )
               Organ-organ reproduksi mengikuti pola genital, dimana pertumbuhannya lambat pada masa pra-remaja, kemudian disusul pacu tumbuh adolesen yang pesat.


Permasalahan pada bayi yang ditemukan berkaitan dengan Pertumbuhan fisik adalah :
-   Kenaikan Berat badan tidak sesuai dengan Kenaikan Berat badan Minimal di KMS
-   Bayi dengan lahir premature/ Berat badan lahir rendah, pertumbuhan berat badannya tidak dapat mengikuti grafik pertumbuhan di KMS
-   Tinggi badan tidak sesuai dengan umur
-   Gigi tidak tumbuh sesuai dengan waktunya
-   Imunisasi bayi
               Disamping permasalahan-permasalahan diatas yang terjadi pada bayi, adapula permasalahan lainnya yang sering terjadi pada bayi dipengaruhi oleh faktor lingkungan biologis dan lingkungan fisik, yang secara tidak langsung mempengaruhi keadaan fisik bayi diantaranya adalah :
1. Muntah atau Gumoh
2. GUMOH/Regurgitasi
3. Kembung
4. Sembelit/Konstipasi
5. Diare
6. DERMATITIS ATOPIK (EKSIM SUSU)
7. DIAPER RASH (Ruam Popok )
8. MILIARIASIS/SUDAMINA/LIKEN TROPIKUS/Biang Keringat
9. DERMATITIS SEBOROIK/CRADLE CAP
10. BERCAK MONGOL
11. FURUNKEL ATAU BISUL



B.                       Segi Psikis
               Segi Psikis lebih berkaitan dengan perkembangan anak, yaitu bertambahnya kemampuan ( skill ) dalam stuktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya diferensiasi sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan :
-   Stimulasi
-   Motivasi belajar
-   Ganjaran ataupun hukuman yang wajar
-   Kelompok sebaya
-   Stres
-   Lingkungan sekolah
-   Cinta dan kasih sayang
-   Kualitas interaksi anak dan orangtua

Permasalahan perkembangan psikis yang sering terjadi pada bayi hasil pengamatan  adalah :
               Perkembangan bayi tidak sesuai dengan umurnya, padahal kepandaian bayi normal berkembang dengan bertambahnya umur, misalnya terlambatnya bayi merangkak, bayi pendiam dan tidak aktif, keterlambatan mengucapkan suku kata, dsb.

C.  Segi Konsumsi Pangan
               Disamping dengan orang dewasa, kebutuhan bayi akan zat gizi boleh dibilang sangat kecil. Namun jika diukur berdasarkan presentase berat badan, kebutuhan bayi akan zat gizi ternyata melampui kebutuhan orang dewasa, nyaris dua kali lipat.  Di awal kehidupannya, lambung dan usus bayi sesungguhnya belum sepenuhnya matang. Bayi dapat mencerna gula dalam susu ( laktosa ), tetapi belum menghasilkan amilase dalam jumlah cukup, yang berarti bayi tidak dapat mencerna semua jenis makanan, disinilah permasalahan konsumsi pangan pada bayi mulai tampak, sebagai makhluk hidup yang bergantung pada orang dewasa, bayi belum dapat mengatakan apa yang diinginkannya, sehingga letak pengaturan konsumsi pangan pada bayi sangat bergantung pada orang dewasa, karena sistem pencernaannya masih rentan dan perlu adanya adaptasi terhadap perubahan makanan.
Masalah-masalah yang berhubungan dengan konsumsi pangan pada bayi :
-          Terjadinya Kesulitan makan
-          Nafsu makan rendah
-          Memilih-memilih makanan
-          Adanya gangguan proses makan di mulut
-          Adanya alergi terhadap makanan
-          Gangguan psikologis
-          Pengenalan disiplin dan aturan keluarga



















BAB III
PEMBAHASAN
A.                      Segi Fisik
               Pertumbuhan fisik yang berkaitan dengan berat badan dan tinggi badan sangat dipengaruhi oleh asupan zat gizi, Asupan zat gizi idealnya harus mengandung cukup bahan bakar ( energi ) dan semua zat esensial sesuai kebutuhan sehari-hari, sehingga kenaikan berat badan bayi sesuai dengan kenaikan berat badan minimal                (  KBM ) dan mengikuti grafik pertumbuhan sesuai dengan KMS. Adapun permasalahan yang sering terjadi pada bayi adalah pemberian makanan yang mengandung energi berlebihan yang akan mengakibatkan kegemukan, sedangkan zat gizi esensial yang diberikan berlebihan dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan penimbunan zat gizi tersebut dan dapat merupakan racun bagi tubuh seperti hipervitaminosis A, hipervitaminosis D dan hiperkalemi.
               Kegemukan merupakan salah satu faktor resiko dalam terjadinya penyakit. Kegemukan pada bayi akan membuat proses tumbuh kembangnya yang normal terhambat oleh karena berat badan yang lebih.
Sedangkan kebalikan dari kegemukan adalah adanya Kekurangan kalori protein                      ( KKP/KEP ), dimana bayi mengalami kekurangan asupan zat gizi berupa energi dan protein.
               Seorang bayi akan tumbuh dengan baik karena cukup Asih dan Asuh, yaitu diberikan Kasih sayang yang cukup, Kebersihan diperhatikan, Gerak badannya aktif, pola tidur yang cukup, diberikan imunisasi ( dari mulai Hb-0, BCG, DPT combo 1,2,3 , Polio 1,2,3,4 dan Campak ) dan diberikan asupan nutrisi yang baik ( akan dibahas pada bagian C ).






            Berikut ini adalah jadwal imunisasi anak rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Umur pemberian imunisasi
Bulan
Tahun
Lahir
1
2
3
4
5
6
9
12
15
18
2
3
5
6
10
12
Program Pengembangan Imunisasi (PPI, diwajibkan)

















1
2




3










0

1

2

3



4


5





1

2

3



4


5


6 dT atau TT







1






2


Program Pengembangan Imunisasi Non PPI (non PPI, dianjurkan)


1

2

3


4















1




2













Ulangan, tiap 3 tahun











diberikan 2x, interval 6-12bl
















Keterangan jadwal imunisasi rekomendasi IDAI, periode 2004:
Umur
Vaksin
Keterangan
Saat lahir
Hepatitis B-1
§  HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan. Apabila status HbsAg-B ibu positif, dalam waktu 12 jam setelah lahir diberikan HBlg 0,5 ml bersamaan dengan vaksin HB-1. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka masih dapat diberikan HBlg 0,5 ml sebelum bayi berumur 7 hari.
§  Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS polio oral diberikan saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain)
1 bulan
Hepatitis B-2
§  Hb-2 diberikan pada umur 1 bulan, interval HB-1 dan HB-2 adalah 1 bulan.
0-2 bulan
§  BCG dapat diberikan sejak lahir. Apabila BCG akan diberikan pada umur > 3 bulan sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu dan BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
2 bulan
DTP-1
§  DTP-1 diberikan pada umur lebih dari 6 minggu, dapat dipergunakan DTwp atau DTap. DTP-1 diberikan secara kombinasi dengan Hib-1 (PRP-T)
Hib-1
§  Hib-1 diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Hib-1 dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-1.
Polio-1
§  Polio-1 dapat diberikan bersamaan dengan DTP-1
4 bulan
DTP-2
§  DTP-2 (DTwp atau DTap) dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-2 (PRP-T).
Hib-2
§  Hib-2 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-2
Polio-2
§  Polio-2 diberikan bersamaan dengan DTP-2
6 bulan
DTP-3
§  DTP-3 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-3 (PRP-T).
Hib-3
§  Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib-3 pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan.
Polio-3
§  Polio-3 diberikan bersamaan dengan DTP-3
Hepatitis B-3
§  HB-3 diberikan umur 6 bulan. Untuk mendapatkan respons imun optimal, interval HB-2 dan HB-3 minimal 2 bulan, terbaik 5 bulan.
9 bulan
Campak-1
§  Campak-1 diberikan pada umur 9 bulan, campak-2 merupakan program BIAS pada SD kelas 1, umur 6 tahun. Apabila telah mendapatkan MMR pada umur 15 bulan, campak-2 tidak perlu diberikan.

               Pertumbuhan fisik lainnya adalah pertumbuhan gigi. Gigi pertama umumnya akan tampak dalam mulut ketika bayi berusia antara 6 sampai 14 bulan. Jumlahnya sepasang di bagian tengah dari rahang bawah atau rahang atas. Gigi ini disebut gigi seri susu pertama. Kemudian menyusul geligi lainnya. Gigi seri kedua, gigi taring, dan 2 gigi geraham. Keseluruhan gigi susu berjumlah 20 buah, yaitu 8 buah geligi seri, 4 buah geligi taring dan 8 buah geligi geraham. Bila anak pada usia 9 bulan belum tumbuh gigi, maka yang perlu orangtua ketahui adalah apakah nutrisi/ makanan sehari-hari sudah cukup baik untuk pertumbuhan gigi juga periksa pula rongga mulutnya, apakah sudah ada bakal gigi, namun jangan lupa memeriksakan ke dokter akan kemungkinan penyebab lainnya.
               Adapun mengetahui gigi akan tumbuh adalah :
- Gusi akan tampak teriritasi, kemerahan, dan sedikit menggembung
- Bila diraba akan terasa adanya puncak gigi
- Gejala lain yang mengikuti adalah meningkatnya suhu tubuh, mual, dan anak menjadi  
   rewel, tetapi tidak selalu gejala ini disebabkan oleh gigi pertama yang aka tumbuh.       
Cara menjaga kebersihan gigi bayi :
-   Menidurkan bayi diatas pangkuan ibu sehingga dengan mudah ibu dapat melihat
   keadaan gigi anaknya.
-   Ambil sepotong kasa steril 5 cm X 5 cm.
-   Taruh diantara ibu jari dan jari telunjuk, hapuskan pada puncak gusi rahang atas dan
   rahang bawah
-   Beri sedikit pasta gigi yang mengandung Flouride pada kasa tersebut dan digosokkan
  ke pemukaan gigi, jangan lupa untuk membilasnya dengan air matang.
-   Selanjutnya bayi mulai dilatih dengan menggunakan sikat gigi yang lembut.
-   Bersihkan gigi 2 kali sehari,pagi setelah makan dan malam hari sebelum tidur.

               Cara mengatasi masalah pada bayi, yang secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan fisiknya :
1. MUNTAH  ATAU GUMOH
Muntah atau emesis adalah keadaan dimana dikeluarkannya isi lambung secara ekspulsif atau keluarnya kembali sebagian besar atau seluruh isi lambung yang terjadi setelah agak lama makanan masuk kedalam lambung. Usaha untuk mengeluarkan isi lambung akan terlihat sebagai kontraksi otot perut.
Muntah pada bayi merupakan gejala yang sering kali dijumpai dan dapat terjadi pada berbagai gangguan. Dalam beberapa jam pertama setelah lahir, bayi mungkin muntah lendir, bahkan kadang-kadang disertai sedikit darah.
Muntah ini tidak jarang menetap setelah pemberian makanan pertama, suatu keadaan yang mungkin disebabkan adanya iritasi mukosa lambung oleh sejumlah benda yang tertelan selama proses kelahiran, jika muntahnya menetap pembilasan lambung dengan larutan garam fisiologis akan dapat menolongnya.
Refluks gastroesofagus adalah kembalinya isi lambung kedalam esofagus tanpa terlihat adanya usaha dari anak
Regurgitasi adalah bila bahan dari lambung tersebut dikeluarkan melalui mulut
Penatalaksanaan :
·  Utamakan penyebabnya
·  Berikan suasana tenang dan nyaman
·  Perlakukan bayi/anak dengan baik dan hati-hati
·  Kaji sifat muntah
·  Simptomatis dapat diberi anti emetik (atas kolaborasi dan instruksi dokter)
·  Kolaborasi untuk pengobatan suportif dan obat anti muntah

2. GUMOH/REGURGITASI
Gumoh adalah keluarnya kembali susu yang telah ditelan ketika atau beberapa saat setelah minum susu botol atau menyusui pada ibu dan jumlahnya hanya sedikit.
Regurgitasi yang tidak berlebihan merupakan keadaan normal terutama pada bayi dibawah usia 6 bulan
Penyebab :
·  Anak/bayi yang sudah kenyang
·  Posisi anak atau bayi yang salah saat menyusui akibatnya udara masuk kedalam   lambung
·  Posisi botol yang tidak pas
·  Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam menghisap
·  Akibat kebanyakan makan
·  Kegagalan mengeluarkan udara
Penatalaksanaan gumoh :
·  Kaji penyebab gumoh
·  Gumoh yang tidak berlebihan merupakan keadaan yang normal pada bayi yang umurnya dibawah 6 bulan, dengan memperbaiki teknik menyusui/memberikan susu.
·  Saat memberikan ASI/PASI kepala bayi ditinggikan
·  Botol tegak lurus/miring jangan ada udara yang terisap
·  Bayi/anak yang menyusui pada ibu harus dengan bibir yang mencakup rapat puting susu ibu
·  Sendawakan bayi setelah minum ASI/PASI
·  Bila bayi sudah sendawa bayi dimiringkan kesebelah kanan, karena bagian terluas lambung ada dibawah sehingga makanan turun kedasar lambung yang luas
·  Bila bayi tidur dengan posisi tengkurap, kepala dimiringkan ke kanan

3. KEMBUNG
Kembung adalah keadaan perut yang membesar dan berisi angin
Penyebab :
·  Bayi kembung karena menelan angin waktu menyusui
hal ini terjadi karena teknik menyusui yang salah, puting terlalu besar atau terlalu kecil
·  Bayi yang minum susu formula dengan botol
Angin ikut tertelan karena lubang dot terlalu kecil, sehingga bayi menghisap terlalu kuat dan angin masuk melalui pinggiran dot
Penatalaksanaan :
·  Bayi menyusui ASI dengan teknik yang benar (menutupi areola)
·  Bayi minum susu formula dengan dot :
o          Lubang dot diperiksa (tidak terlalu kecil/besar)
o          Jika botol hampir kosong, pantat botol dinaikkan
o          Tidak diberi empeng
o          Menyendawakan bayi setelah minum
o          Minum air hangat
o          Beri minyak kayu putih, minyak telon pada daerah perut
4. KONSTIPASI/OBSTIPASI
Konstipasi/sembelit adalah keadaan dimana anak jarang sekali buang air besar dan kalau buang air besar keras
Obstipasi : obstruksi intestinal (konstipasi yang berat)
Penyebab :
Faktor  non organik
·  Kurang makanan yang tinggi serat
·  Kurang cairan
·  Obat/zat kimiawi
·  Kelainan hormonal/metabolik
·  Kelainan psikososial
·  Perubahan mikroflora usus
·  Perubahan/kurang exercise
Faktor organik
·  Kelainan organ (mikrocolon, prolaps rectum, struktur anus, tumor)
·  Kelainan otot dasar panggul
·  Kelainan persyarafan : M. Hirsprung
·  Kelainan dalam rongga panggul
·  Obstruksi mekanik : atresia ani, stenosis ani, obstruksi usus
Tanda dan gejala :
·  Frekuensi BAB kurang dari normal
·  Gelisah, cengeng, rewel
·  Menyusu/makan/minum kurang
·  Fese keras
Penatalaksanaan :
·  Banyak minum
·  Makan makanan yang tinggi serat (sayur dan buah)
·  Latihan
·  Cegah makanan dan obat yang menyebabkan konstipasi
·  ASI lebih baik dari susu formula
·  Enema perotal/peranal
·  Kolaborasi untuk intervensi bedah jika ada indikasi
·  Perawatan kulit peranal

5. DIARE
Diare adalah buang air besar dengan frekuensi 3x atau lebih per hari, disertai perubahan tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang terjadi pada bayi dan anak yang sebelumnya tampak sehat (A.H. Markum, 1999)
Penyebab :
·  Bayi terkontaminasi feses ibu yang mengandung kuman patogen saat dilahirkan
·  Infeksi silang oleh petugas kesehatan dari bayi lain yang mengalami diare, hygiene dan sanitasi yang buruk
·  Dot yang tidak disterilkan sebelum digunakan
·  Makanan yang tercemar mikroorganisme (basi, beracun, alergi)
·  Intoleransi lemak, disakarida dan protein hewani
·  Infeksi kuman E. Coli, Salmonella, Echovirus, Rotavirus dan Adenovirus
·  Sindroma malabsorbsi (karbohidrat, lemak, protein)
·  Penyakit infeksi (campak, ISPA, OMA)
·  Menurunnya daya tahan tubuh (malnutrisis, BBLR, immunosupresi, terapi antibiotik)
Tanda dan gejala :
·  Gejala sering dimulai dengan anak yang tampak malas minum, kurang sehat diikuti muntah dan diare
·  Feses mula-mula berwarna kuning dan encer, kemudian berubah menjadi hijau, berlendir dan berair serta frekuensinya bertambah sering
·  Cengeng, gelisah, lemah, mual, muntah, anoreksia
·  Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelek (elastisitas kulit menurun), ubun-ubun dan mata cekung, membran mukosa kering.
·  Pucat anus dan sekitarnya lecet
·  Pengeluaran urin berkurang/tidak ada
·  Pada malabsorbsi lemak biasanya feses berwarna pucat, banyak dan berbau busuk dan terdapat butiran lemak
·  Pada intoleransi disakarida feses berbau asam, eksplosif dan berbusa
·  Pada alergi susu sapi feses lunak, encer, berlendir, dan kadang-kadang berdarah
Penatalaksanaan :
·  Memberikan cairan dan mengatur keseimbangan elektrolit
·  Terapi rehidrasi
·  Kolaborasi untuk terapi pemberian antibiotik sesuai dengan kuman penyebabnya
·  Mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi untuk mencegah penularan
·  Memantau biakan feses pada bayi yang mendapat terapi antibiotik
·  Tidak dianjurkan untuk memberikan anti diare dan obat-obatan pengental feses
6. DERMATITIS ATOPIK (EKSIM SUSU)
Dermatitis atopik adalah penyakit kulit tersering pada bayi dan anak, sering kambuh, diturunakn dalam keluarga, tidak menular dan merupakan pertanda timbulnya asma.
Penyebab :
Belum jelas, sangat kompleks
·  “Eksim susu” dulu disangka penyebabnya adalah ASI, hal ini terbukti salah karena Asi justru mengandung zat pelindung tubuh terhadap alergi dan infeksi
·  Faktor kulit yang kering
·  Faktor kebersihan diri (personal hygiene) dan kebersihan lingkungan yang kurang
·  Faktor hidup kurang sehat, yaitu istirahat dan asupan nutrisi yang kurang
·  Faktor perilaku dan emosi
·  Alergi terhadap makanan seperti susu, telur, ikan, kacang, coklat, jeruk dan lain-lain
Penatalaksanaan :
Mencegah kekambuhan
·  Mencegah makanan penyebab alergi dan memberikan makanan pengganti
·  Cegah allergen lingkungan seperti debu rumah, tungau, serbuk-serbuk, kapuk dan lingkungan yang bersih
·  Kebersihan perseorangan yang terjaga  (seperti kulit lembab dan bersih)
·  Hindari suasana sedih, kesal dan depresi
7. DIAPER RASH (RUAM POPOK)
Diaper rash adalah ruam kulit akibat radang pada daerah yang tertutup popok, yaitu pada alat kelamin, sekitar dubur, bokong, lipatan paha dan perut bagian bawah. Berupa bercak-bercak iritasi kemerahan, kadang menebal dan bernanah.
Iritasi terjadi karena kontak terus menerus dengan keadaan lingkungan yang tidak baik.
Penyebab :
·  Sering terjadi pada usia 9-12 bulan, tidak sering mengganti pampers, modifikasi diet
·  Kebersihan kulit yang tidak terjaga
·  Udara atau suhu lingkungan yang teralu panas atau lembab
·  Kulit bayi masih peka sehingga mudah iritasi
·  Popok yang basah karena urin dan feses yang tidak segera diganti (enzim protease dan lipase)
·  Lebih parah pada bayi yang mengkonsumsi susu formula (pada susu formula kandungan protein lebih tinggi sehingga kadar amonia/urea lebih pekat)
·  Infeksi jamur Candida albicans dan infeksi bakteri Staphylococcus menyebabkan perubahan sistem imun
·  Popok yang mengiritasi akibat sabun, karet, plastik dan detergen yang keras
·  Diare sehingga menyebabkan iritasi kulit
Penatalaksanaan  :
·  Menjaga kebersihan dan kelembaban daerah kulit bayi, terutama didaerah alat kelamin, bokong, lipatan selangkangan
·  Daerah yang terkena iritasi tidak boleh dalam keadaan basah (terbuka dan tetap kering)
·  Menjaga kebersihan pakaian dan perlengkapan
·  Setiap BAB dan BAK bayi segera dibersihkan
·  Untuk membersihkan kulit yang iritasi dengan menggunakan kapas halus yang dioleskan dengan minyak atau sabun mild dan air hangat
·  Popok dicuci dengan detergen yang lembut
·  Mengangin-anginkan kulit sebelum pampers baru dipasang dan menggunakan pampers dengan daya serap yang tinggi dan pas pemakaiannya
·  Menggunakan popok yang tidak terlalu ketat (terbuka atau longgar) untuk memperbaiki sirkulasi udara.
·  Posisi tidur anak diatur supaya tidak menekan kulit yang teriritasi
   Pengobatan :
Mengoleskan krim dan lotion yang mengandung zinc pada daerah yang sedang meradang
o          Memberikan salep/krim yang mengandung kortikosteroid 1%
o          Salep anti jamur dan bakteri (miconazole, ketokonazole, nystatin)
8. MILIARIASIS/SUDAMINA/LIKEN TROPIKUS/BIANG KERINGAT
Miliariasis adalah kelainan kulit yang ditandai dengan kemerahan, disertai dengan gelembung kecil berair yang timbul akibat keringat berlebihan disertai sumbatan saluran kelenjar keringat yaitu di dahi, leher, bagian yang tertutup pakaian (dada, punggung), tempat yang mengalami tekanan atau gesekan pakaian dan juga kepala.
Faktor penyebab :
·  Udara panas dan lembab dengan ventilasi udara yang kurang
·  Pakaian yang terlalu ketat, bahan tidak menyerap keringat
·  Aktivitas yang berlebihan
·  Setelah menderita demam atau panas
·  Penyumbatan dapat ditimbulkan oleh bakteri yang menimbulkan radang dan edema akibat perspirasi yang tidak dapat keluar dan di absorbsi oleh stratum korneum
Penatalaksanaan :
·  Perawatan kulit yang benar
·  Biang keringat yang tidak kemerahan dan kering diberi bedak salycil atau bedak kocok setelah mandi
·  Bila membasah, jangan berikan bedak, karena gumpalan yang terbentuk memperparah sumbatan kelenjar
·  Bila sangat gatal, pedih, luka dan timbul bisul dapat diberikan antibiotik
·  Menjaga kebersihan kuku dan tangan (kuku pendek dan bersih, sehingga tidak menggores kulit saat menggaruk)
9. DERMATITIS SEBOROIK/CRADLE CAP
Dermatitis seboroik adalah penyakit inflamasi kronik yang berhubungan dengan kelenjar sebaseus. Dermatitis seboroik juga merupakan kerak pada kulit kepala bayi yang disebabkan oleh vernix kaseosa yang tidak bersih dan dapat terinfeksi staphylococcus.
Penyakit ini biasanya dimulai dari kulit kepala kemudian menjalar ke muka, kuduk, leher dan badan.  Ada yang mengatakan bahwa penyakit radang ini berdasarkan gangguan konstitusionil dan sering terdapat faktor hereditas. Tidak dapat disangkal bahwa penderita yang mengalami penyakit ini terjadi pada kulit yang berlemak (sebaseus), tetapi bagaimana hubungan antara kelenjar lemak dengan penyakit ini masih belum jelas. Ada yang menganggap bahwa kambuhnya penyakit ini akibat makanan yang berlemak, makanan berkalori tinggi, minuman beralkohol dan gangguan emosi.
Penyebab :
·  Kurang jelas
·  Berkaitan dengan sistem imun dan hygiene yang buruk
·  Karena adanya vernix kaseosa/lemak pada kepala bayi yang kemudian terinfeksi staphylococcus
·  Sering terjadi pada penderita HIV-AIDS dan anak-anak
Gejala :
·  Semacam noda berwarna kuning yang berminyak, bersisik, yang kemudian mengeras dan akhirnya menjadi semacam kerak. Kerak ini sering timbul di kulit kepala (cradle cap), kadang di alis/bulu mata dan telinga.
·  Exudat seborrhoic pada kulit kepala (masalah kosmetik)
Penatalaksanaan :
·  Oleskan atau basahi kerak dengan baby oil atau vaselin selama 24 jam, sesudah itu urut pelan-pelan kulit kepala yang berkerak itu dengan handuk lembut hingga kerak mengelupas
·  Mengeluarkan kerak yang tersangkut di rambut dengan hati-hati (dicukur untuk memudahkan perawatan)
·  Dapat juga digunakan sikat rambut yang lembut, sisir yang halus atau kapas untuk menghindari iritasi pada kulit kepala bayi
·  Pada keadaan tertentu dapat diberi kortikosteroid, antifungi dan antibiotika tropical
·  Menjaga kebersihan bayi dengan memandikan dan mencuci rambutnya dengan shampo khusus untuk bayi atau shampo anti seboroik
10. BERCAK MONGOL
Bercak mongol adalah bercak kebiruan, kehitaman atau kecoklatan yang lebar, difus, terdapat didaerah bokong atau lumbosakral yang akan menghilang setelah beberapa bulan atau tahun.
Bercak mongol adalah pigmentasi yang datar dan berwarna gelap didaerah pinggang bawah dan bokong yang ditemukan pada saat lahir pada beberapa bayi yang akan menghilang secara perlaan-lahan selama tahun pertama.
Penatalaksanaan :
·  Bercak mongol biasanya akan menghilang setelah beberapa pekan sampai 1 tahun, sehingga tidak perlu pengobatan dan cukup dilakukan tindakan konservatif
·  Informasikan kepada keluarga untuk mengurangi kekhawatiran/kecemasan
·  Pengobatan dapat diberikan dengan alasan estetika
11. FURUNKEL ATAU BISUL
Furunkel adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh staphylococcus profunda yang berbentuk nodul-nodul lemak eritematosa dan letaknya didalam, biasanya daerah muka, pantat, leher, ketiak dan lain-lain.
Penatalaksanaan :
·  Furunkel diobati dengan drainase pembedahan, dengan kompres basah
·  Pemberian antibiotika sistemik
B.  Segi Psikis
Perkembangan bayi ditinjau dari 4 bidang tingkah laku ( behavior ) :
1.      Motor Characteristik
Adalah reaksi sikap badan ( postural ), pengertian, gerakan, koordinasi badan yang umum dan ketrampilan/kecakapan motorik yang khusus.
2.      Adative behavior
Merupakan kategori dari bermacam-macam penyesuaian, persepsi, orientasi, keterampilan ( manual ) dan verbal yang memberikan refleks dari kemampuan atau kapasitas anak untuk mengambil suatu pengalaman baru dan mendapat keuntungan dari pengalaman yang lalu.
3.      Language
Meliputi semua tingkah laku berupa kecakapan dengan diri sendiri, eksprei dramatis, komunikasi dan pengertian.



4.      Personal-Social behavior
Meliputi reaksi anak sendiri terhadap orang lain dan terhadap pengaruh dari kebudayaan, penyesuaian dirinya tehadap kehidupan keluarga, terhadap hak milik, kelompok sosial dan kebiasaan masyarakat.
Dibawah ini ditampilan Perkembangan bayi ditinjau dari 4 bidang tingkah laku ( behavior )
Umur
Motor Characteristik
Adaptive behavior
Language
Personal social behavior
4 minggu
-        Posisi kombinasi kepala yang miring
-          Lengan yang satu diulurkan disampingnya dan lengan yang lainnya berada di daerah antara kepala dan dada yang bentuknya seperti dibengkokan
-        Gerakan otot yang paling aktif dalah gerakan mulut dan mata
-        Ada Sentuhan di daerah mulut  ; mulut menutup dan mengerut
-        Gerakan kepala mencari-cari
-        Fiksasi ( memusatkan pandangan)
-     Perhatian terhadap suara atau bunyi-bunyian
-      Intensitas dan cara menangis berbeda-beda sesuai sebab dan keadaan
-      Verbalisasi sedikit dan tidak ekspresif
-        Memusatkan pandangan terhadapa keadaan yang jatuh tepat dalam pandangannya
-        Perubahan eskpresi terhadap pendekatan social yang diberikan
16 minggu
- Tonic-neck-replex mulai berkurang
- Gerakan tangan dan lenganlebih disesuaikan denganporsi kepala dan mata
- Dapat didudukkan dengan sandaran seperti bantal
- Perhatian yang lebih banyak terhadapa lengan/tangannya
- Meraih benda-benda yang dilihat
- Memperhatikan sekeliling
- Memberikan suara-suara seperti mengoceh, meracau, dan tertawa
- Menolehkan kepala terhadap suara-sura yang dikenal
- Perhatian yang besar terhadap suara orang
- Mengenali ibu dan orang-orang lain yang merawatnya
- Memberikan respon terhadap orang yang dilihatnya.
28 minggu
-  Mencapai posisi badan setengah tegak
-  Dapat duduk sendiri
-  Dapat meraih benda-benda yang dilihatnya dan memindahkan benda tersebut dari tangan yang satu ke tangan yang lainnya
- Interaksi antara fungsi mata dan tangan yang erat sekali
- Memperhatikan benda-benda
- Meraih benda-benda yang dilihatnya secara aktif.
-    Secara Spontan suara-suara seperti Vokal. Konsonan,diftong
-     Siap membentuk dan meniru kata-kata seperti “ mu “,’Ma”,”da”
-     Mampu mengebal cirri-ciri tertentu yang ada di sekelilingnya
-     Lebih berkesan pada kejadian-kejadian nyata, objek-objek yang dilihatnya secara fisik dan bunyi suara.
-    Mampu mengeksplorasi mainan dalam jangka waktu yang lama dengan perasaan puas
-    Lebih banyak menyibukkan diri sendiri, sehingga menimbulkan kesan mengisolasi sendiri.
40 minggu
-     Kaki dapat menunjang berat badan
-     Posisi duduk dapat berpaling ke satu sisi dan bersandar pada masing-masing posisi
-     Gerakan lebih halus dari tangan, dapat melakukan gerakan menjepit
-  Gerakan neuromotor yang lebih halus dalam mekanisme mengunyah
-  Mulai memperhatikan hal-hal detail
-  - Kesadaran akan adanya benda-benda yang lebih dari satu
-     Tidak lagi memusatkan perhatian dari diri sendiri tetapi lebih banyak terhadap dunia luar
-     Berusaha untuk meniru gerakan-gerakan ekspresi muka dan suara
-     Memberikan respons terhadap nama sendiri
-     Mengerti kata-kata tertentu seperti boleh, jangan, ya,tidak
-     Mulai menguasai satu atau dua kata
-     Sudah dapat menempatkan diri terhadap kegiatan-kegiatan rutin yang terjadi setiap hari
-     Dapat bermain snediri selama 1 jam atau lebih, akan tetapi lebih suka orang berada disekelilingnya
-     Tersenyum terhadap bayangan sendiri di kaca
-     Menunjukkan sifat malu bila didkeati orang yang masih asing
1 Tahun
-     Dapat merangkak dengan tangan dan kaki
-     Mempunyai dorongan untuk mengangkat kedua kakinya dan siap untuk berdiri tanpa dibantu
-     Dapat melangkah denganbantuan dan gerakan tangan dapat dikontrol
-  Menunjukkan perkembangan penghargaan terhadap bentuk dan angka
-  Memberikan refleksi dari kepekaan yang baru terhadap contoh-contoh yang ditiru
-     Mendengar dengan penuh perhatian terhadap kata-kata
-     Mengulang kata-kata yang umum dengan berulang-ulang
-     Imitasi/meniru kata-kata
-     Mulai mengadakan penyesuaian terhadap kata-kata
-     Mulai menambah 2 atau lebih kata-kata ke dalam pembendaharaan kata-kata
-     Berusaha untuk menarik perhatian dengan suara batuk-batuk atau berteriak bila tidak menggunakan kata-kata
-     Mendekati bayangan dirinya di cermin dengan menggunakan vokalisasi
-     Sudah mulai mempunyai status social dalam kelompok keluarga dan sekali-kali menjadi pusat perhatian
-     Menunjukkan kecendrungan yang signifikan untuk mengulang pembicaraan-pembicaraan yang ditertawakan
-     Mulai merasa ada identitas diri yang akan menjadi dasar dari perkembangan kepribadian
-     Mampu menunjukkan perasan marah affeksi, ketakutan, irihati, rasa simpati, ,e,neriak respon terhadap musik
-     Mulai dapat berdiri sendiri
-     Dapat ,akan dengan menggunakan tangan dan jari
-     Memperlihatkan persepsi yang lebih banyak terhadap orang lain
-     Mengembangkan kapasitas untuk mempengaruhi dan menyesuaikan diri terhadap emosi orang lain







Adapun Perkembangan dari bulan ke bulan 0-12  bulan sebagai berikut :
Usia
Keterampilan-keterampilan Utama
Kerampilan-keterampilan yang akan dikuasai
Keterampilan-keterampilan lebih lanjut
1 bulan
·      Mengangkat kepala ketika berbaring tengkurap
·      Merespon suara.
·      Menatap wajah

·      Pandangan bayi untuk dapat mengikuti objek walaupun hanya beberapa saat.
·      Mengeluarkan suara: oohdan aah
·      Dapat melihat pola berwarna hitam-putih
·       Tersenyum, tertawa
·       Menahan kepala pada 45 derajat.
2 bulan
·      Suara: coo dan gumamam
·      Dapat mengikuti benda lebih lama
·      Mulai memperhatikan tangannya
·      Dapat mengangkat kepala dan menahannya untuk beberapa saat.
·      Tersenyum, tertawa
·      Menahan kepala pada posisi 45 derajat
·      Dapat membuat gerakan-gerakan yang lebih teratur (lebih halus)
·    Dapat menegakkan kepala dan menahannya agak lama
·    Kaki sudah cukup kuat untuk menahan beban ringan
·    Dapat mengangkat kepada dan bahu saat tidur dengan posisi tengkurap.
3 bulan
·      Dapat mengenali wajah dan wangi tubuh orang yang biasa dekat dengannya (ibu )
·      Dapat mengangkat kepala dan menahannya dengan stabil.
·      Visual: dapat mengikuti obyek yang bergerak.
·      Dapat berteriak, nyerocos, dan tertawa kecil (terkekeh)
·      Memainkan ludah menjadi gelembung (balon)
·      Dapat mengenali suara orang-orang terdekat.
·      Dapat melakukan minipush-up.
·    Dapat berguling, dari tengkurap menjadi terlentang
·    Dapat berespon terhadap suara keras
·    Dapat mengarahkan kedua tangan untuk memegang mainan.
4 bulan
·      Tersenyum, tertawa
·      Dapat mengangkat beban pada kakinya
·      Tertawa kecil (terkekeh) bila Anda berbicara dengannya
·          Dapat menggenggam mainan
·          Berguling, dengan posisi dari belakang ke depan
·        Meniru suara : “baba”, “dada”
·        Tumbuh gigi pertama
·        Mulai siap untuk makanan lunak selain ASI.
5 bulan
·      Dapat membedakan warna-warna dasar (mencolok)
·      Mulai bermain dengan tangan dan kakinya.
·      Dapat mengenali namanya, terutama bila dipanggil
·      Berespon terhadap suara-suara baru yang datang padanya
·      Dapat berguling dari tengkurap ke depan dan sebaliknya.
·    Mulai dapat duduk sendiri beberapa saat.
·    Mulai memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya.
·    Mulai muncul kecemasan akan perpisahan dengan orang terdekat (biasanya orangtua)
6 bulan
·      Dapat menoleh ke arah suara-suara baik benda maupun orang-orang di sekitarnya.
·      Menirukan suara atau bunyi-bunyian.
·      Berguling dari tengkurap ke terlentang dan sebaliknya.
·      Sudah siap untuk makan makanan lunak (tidak ASI Ekslusif lagi).
·      Dapat duduk sendiri tanpa sandaran.
·      Senang memasukkan benda-benda ke mulutnya.
·      Dapat memindahkan objek dari tangan satu ke tangan lainnya. (misal: dari tangan kiri ke tangan kanan).
·    Dapat melambaikan tangan (lambaiangoodbye)
·    Dapat berdiri dengan berpegangan pada benda-benda di sekitarnya.
·    Dapat membenturkan dua objek (misalnya: mainannya saling dibenturkan)
·    Mulai mengerti benda-benda yang dipegangnya.
8 bulan
·      Dapat berkata ”mama” dan ”dada”, kepada kedua orang tuanya (namun tidak spesific mama untuk ibu, dada untuk ayah).
·      Dapat  memindahkan benda atau mainan dari tangan yang satu ke tangan yang lainnya.
·      Berdiri dengan berpengangan
·      Merangkak
·      Dapat menunjuk benda
·      Mencari benda-benda yang disembunyikan.
·    Belajar untuk berdiri sendiri.
·    Dapat mengambil benda dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk (seperti menjepit).
·    Mulai dapat mengekspresikan keinginannya dengan bahasa tubuh (misalnya meminta susu dengan menunjuk tempat susu).
9 bulan
·      Dapat berdiri dengan berpegangan.
·      Mulai mengoceh.
·      Mulai mengenali &mengetahui benda-benda disekitarnya.
·      Mulai mengeksplorasi/ berjalan sambil berpegangan.
·      Dapat minum dari gelas bertutup (sippy cup-gelas bertutup yang ujung tutupnya bercorong bolong-bolong seperti dot)
·      Dapat makan dengan menggunakan tangannya sendiri.
·      Dapat membeturkan dua benda yang ada ditangannya.
·    Bermain ciluk ba
·    Dapat mengatakan ’mama’ dan ’dada’ dengan tepat (mama kepada ibu dan dada ke ayah)
10 bulan
·      Melambaikan tangan (goodbye)
·      Mengambil benda dengan ibu jari dan telunjuk seperti menjepit (menjumput)
·      Dapat merangkak dengan baik.
·      Mengatakan ’mama’ dan ’dada’ dengan tepat.
·      Dapat mengekspresikan keinginannya dengan gerakan
·    Dapat berdiri sendiri dalam beberapa saat
·    Dapat menaruh barang ke dalam tempat tertentu (misalnya kotak)
11 bulan
·      Mengatakan ’mama’ dan ’dada’ dengan tepat.
·      Bermain ciluk ba
·      Dapat berdiri sendiri untuk beberapa detik.
·      Mengeksplorasi sekitarnya
·      Mulai mengerti ’tidak’ dan instruksi singkat lainnya (misalnya ambil,  itu)
·      Mulai suka menaruh atau memindahkan benda ke dalam tempat tertentu (misalnya kotak)
·    Mengatakan 1 kata lain selain ’mama’ dan ’dada’
·    Dapat membungkuk dari posisi berdiri.
12 bulan
·      Meniru orang lain
·      Menyatakan keinginan dengan gerakan tubuh (seperti menunjuk, menggeleng, mengangguk)
·      Mulai berjalan beberapa langkah
·      Mengatakan 1 kata lain selain ’mama’ dan ’dada’
·    Berjalan sendiri
·    Membuat coretan dengan crayon
·    Mengatakan 2 kata lain selain ’mama’ dan ’dada’

             http://lh5.ggpht.com/_G3-bf0W_Ung/Snjkb-zlsEI/AAAAAAAAAJE/NcN-wIFL5Ew/gambar%20bayi%5B8%5D.gif

Cara Menstimulasi Perkembangan bayi :
Umur
Kemampuan gerak kasar
Kemampuan gerak halus
Kemampuan bicara bahasa
Kemampuan sosialisasi dan kemandirian
0-3 bulan
a.     Mengangkat kepala
Letakkan bayi telungkup, gerakan sebuah mainan berwarna cerah atau buat suara-suara gemvira deadpan bayi agar dia belajar mengangkat kepalanya
b.  Berguling-guling
Letakkan mainan berwarna cerah di dekat bayi agar ia dapat meilhat dan tertarik pada mainan terserbut, kemudian pindahkan benda tersebut ke sisi lain dengan perlahan, awalnya perlu dibantu dengan cara menyilangkan pahanya agar bayi ikut bergerak miring sehingga memudahkan bayi berguling
c.                  Menahan Kepala tetap tegak
Gendong bayi dalam posisi tegak agar ia dapat belajar mehanan kepalanya tetap tegak
a.                                                        a. Melihat, meraih dan menendang mainan gantung
b.                                                        Ikat sebuag tali menyilang di atas tempat tidur bayi dan gantungkan mainan yang dapat berputar dan berbunyi.
c.                                                        b. memperhatikan benda bergerak
d.                                                        bayi senang memperhatikan wajah orang lain, gambar, benda atau mainan menarik, letakkan wajah anda, benda yang cerah lalu gerakkan dari satu sisi ke sisi lainnya.
e.                                                        C. Melihat benda-benda kecil
f.                                                         Pangku bayi lalu jatuhkan sebuah benda kecil misalnya kacang, perhatikan apakan bayi anda memperhatikannya
g.                                                        d. Memegang benda
h.                                                        Letakkan benda/mainan kecil yang berbunyi pada tangan bayi/punggung bayi
i.                                                         e. Meraba dan merasakan bentuk permainan
j.                                                         Ajak bayi meraba dan merasakan berbagai bentuk permukaan seperti mainan binatang, mainan plastic, kain perca,karet dsb.
a.   Berbicara
Setiap hari, bicara dengan bayi sesering mungkin
b.   Meniru suara-suara
Tirukan suara-suara bayi sesering mungkin, maka ia akan menirukan kembali suara anda
c.  Mengenali berbagai suara
Ajak bayi mendengarkan berbagai suara seperti music, radio, TV, orang berbicara
a.  Memberi rasa aman dan kasih sayang
Sesering mungkin peluk dan belai bayi anda
b.   Mengajak bayi tersenyum
Sesering mungkin
c.  Mengajak bayi mengamati dan mengamati benda-benda disekitarnya
d.  Meniru ocehan dan mimic muka bayi
e.  Mangayun bayi
f.    Meninabobokan
3-6 bulan
a.      Stimulasi terus dilanjutkan
-      Berguling, menahan kepala tetap tegak
b.    Menyangga berat
Angkat bayi melalui bawah ketiaknya ke posisi berdiri. Perlahan-lahan turunkan badan bayi hingga kedua kaki menyentuh tempat tidur
c.     Mengembangkan control terhadap kepala
Latih bayi agar otot-otot lehernya kuat. Letakkan bayi pada posisi telentang,, pegang kedua pergelangan tanganbayi tarik bayi perlahan-lahan
d.     Duduk
Bantu bayi agar bisa duduk sendiri. Mula-mula bayi didudukkan di kursi dengan sandaran agar tidak jatuh ke belakang,
k.                                                        a. Stimulasi dilanjutkan :
l.                                                         Melihat,meraih, dan menendang mainan gantung
m.                                                      Memperhatikan bedan bergerak
n.                                                        Melihat benda-benda kecil
o.                                                        Meraba dan merasakan berbagai bentuk permukaan
p.                                                        b. Memegang benda dengan kuat
q.                                                        Letakkan sebuah mainan kecil yang berbunyi/warna cerah ditangan bayi
r.                                                         C. memegang benda dengan kedua tangan
s.                                                         Letakkan sebuah benda di tangan bayi perhatikan apakah ia memindahkan ke tangan lainnya.
t.                                                         d. Makan sendiri
u.                                                        Beri kesempatan kepada bayi untuk makan sendiri, mula-mula dengan biscuit
v.                                                        e. Mengambil benda-benda kecil
w.                                                        Letakkan benda-benda kecil seperti remah-remah makanan atau potongan-potongan biscuit dihadapan bayi
x.                                                         
a.     Stimulasi yang perlu dilanjutkan
– Berbicara
-     Meniru suara-suara
-    Mengenali berbagai suara
b.     Mencari sumber suara Ajari bayi memalingkan mukanya kea rah sumber suara
c.     Menirukan kata-kata
Ketika berbicara dengan bayi. Ulangi beberapa kata berkali-kali dan usahakan agar bayi menirukannya.
a.     Stimualasi yang dilanjutkan : Memberi rasa aman, mengamati,mengayunkan,meninabobokan
b.     Bermain cilukba
c.     Melihat dirinya pada kaca
d.     Berusaha meraih mainan
Letakkan mainan sedikit dilaur jangkauan bayi
6-9 bulan
a.     Stimulasi yang dilanjutkan
Menyangga berat, mengembangkan control terhadap kepala, duduk
b.        Merangkak
Letakkan benda diluar jangkauan bayi,usahakan ia mau merangkak
c.     Menarik ke posisi berdiri
Dudukkan bayi di tempat tidur, lalu tarik bayi ke posisi berdiri
d.     Berjalan Berpegangan
Ketika bayi telah mampu berdiri, letakkan mainan yang disukainya di depan bayi dan jangan terlalau jauh
e. Berjalan dengan bantuan
Pegang kedua belah tangan bayi dan buat agar ia melangkah
a.     Stimulasi yang dilanjutkan :
-     Memegang benda dengan kuat
-     Memegang benda dengan kedua tangan
-     Mengambil benda-benda kecil
b.     Memasukkan benda ke dalam wadah :
Ajari bayi memasukan mainan ke dalam wadah
c.     Bermain genderang
d.     Memegang alat tulis dan mencorat coret
e.     Bermain-main yangmengapung di air
f.      Membuat bunyi-bunyian
g.     Menyembunyikan dan mencari mainan
a.     Stimulasi yang perlu dilanjutkan
– Berbicara
-     Mencari suara-suara
-    Mengenali berbagai suara
-    Menirukan kata-kata
b.Menyebutkan nama gambar-gambar di buku
c. Menunjuk dan menyebutkan nama-nama
a.               Stimualasi yang dilanjutkan : Memberi rasa aman, mengamati,mengayunkan,meninabobokan, Bermain cilukba, Melihat dirinya pada kaca
b.     Permainan bersosialisasi
c.     Ajak bayi bermain dengan orang lain
9-12 bulan
a.     Stimulasi yang dilanjutkan :
Merangkak, berdiri, berjalan sambil berpegangan, berjalan dengan bantuan
b.  Bermain bola
c.        Membungkuk
d.        Berjalan sendiri
e.        Naik tangga
a. Stilumasi yang dilanjutkan :
- Memasukan wadah ke dalam mainan
Bermain dengan mainan yang mengapung
b.     Menyusun balok/kotak
c.  Menggambar
d. Bermain dengan kapur
a.     Stimulasi yang perlu dilanjutkan :berbicara, menjawab pertanyaan, menyebutkan dan menunjuk gambar
b.    Menirukan kata-kata
c.     Bervicara dengan boneka
d.    Bersenandung dan bernyayi
a.  Stimualasi yang dilanjutkan : Memberi rasa aman, mengamati,mengayunkan,meninabobokan, Bermain cilukba, bersosialisasi
b.  Minum snediri dari sebuah cangkir
c.  Makanbersama-sama
d.  Menarik mainan yang letaknya agak jauh


C.                       Konsumsi Pangan
               Kebutuhan gizi bayi lebih sedikit dari kebutuhan orang dewasa, namun jika dibandingkan  per unit berat badan maka kebutuhan gizi bayi lebih besar dari usia perkembangan lain. Makanan bergizi menjadi kebutuhan utama bayi pada proses tumbuh kembangnya sehingga kelengkapan unsur pada bayi hendaknya perlu diperhatikan dalam makanan sehari-hari yang dikonsumsi bayi.
1.                       Kebutuhan Gizi Bayi
a.                       Energi
               Kebutuhan energi pada bayi diperoleh dari karbohidrat, lemak dan protein yang terkandung dalam makanan sehari-harinya. Kebutuhan energi bayi meningkat sejalan dengan kenaikan berat badannya. Hal ini dikarenakan pada masa bayi terjadi proses pertumbuhan yang sangat cepat sehingga kebutuhan energi juga besar. Kebutuhan energi pada 2 bulan pertama adalah 120 kkal per kilogram berat badan. Selama 6 bulan pertama kehidupannya, bayi membutuhkan energi sebanyak 115-120 kkal perkilogram berat badan, sedangkan untuk bayi usia 6-12 bulan rata-rata kebutuhan energinya 105-110 kal perkilogram berat badan.
Kebutuhan energi bayi diantaranya digunakan untuk meningkatkan berat badan, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan, melakukan aktivitas fisik ketika tidur dan bangun, mengatur suhu tubuh, metabolisme makanan, serta untuk proses penyembuhan penyakit.

b.                       Protein
               Protein sangat penting pada tumbuh kembang bayi sejak dalam kandungan
ibu sampai dilahirkan, sehingga protein harus selalu ada dalam makanan yag dikonsumsi. Asupan protein pada bayi sejak lahir sampai dengan usia 6 bulan adalah 2,2 gram perkilogram berat badan, sedangkan untuk bayi usia 6 bulan sampai dengan 12 bulan membutuhkan protein 1,6 gram per kilogram beratbadan.
               Asupan protein yang kurang akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan jaringan dan organ serta terhambatnya pertumbuhan yang akan berpengaruh terhadap tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala. Sedangkan asupan protein yang berlebihan pada bayi  akan menyebabkan kelebihan asam amino yang harus dimetabolisi dan dieliminasi sehingga akan memperberat kerja ginjal dan hati.
               Kegunaan protein bagi tubuh bayi adalah sebagai berikut :
-   Menjaga proses fisiologi tubuh karena protein merupakan bahan baku pembentukan
  hormon, protein plasma, antibodi dan kromosom.
-   Berperan dalam perkembangan tubuh yaitu penting bagi pertumbuhan, pemulihan,
  dan memelihara stuktur tubuh.
-   Berperan dalam metabolisme tubuh sebagai enzim, mempercepat dan terlibat aktif serta dalam reaksi biologis dan kimiawi dalam tubuh.
-   Memelihara keseimbangan cairan dan asam basa. Molekul protein merupakan sistem penyangga yang efektif dalam mengontrol keseimbangan asam basa.
-   Sebagai sumber energi
-   Sebagai penawar racun ( detoksifikasi )

c.                        Lemak
               Tidak ada rekomendasi khusus akan kebutuhan lemak pada bayi. ASI
menyiapkan 55% energi yang berasal dari lemak, hal ini akan memperlihatkan bahwa betapa pentingnya asupan lemak pada bayi. Kebutuhan lemak pada bayi semuanya berasal dari ASI, ataupun susu formula, serta makanan pendamping ASI. ASI lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuh yang proses penyerapannya di dalam alat pencernaan bayi aka lebih cepat dibanding asam lemak jenuh yang berasal dari susu sapi. ASI juga mengandung asam lemak omega 3 yang dibutuhkan untuk perkembangan otak.
               Bayi membutuhkan lemak dalam jumlah banyak untuk metabolisme pada sistem reproduksi ( gonad ) dan perkembangan otak. Lemak juga dibutuhkan bayi untuk memberikan energi pada proses metabolisme di hati, otak, otot, dan termasuk jantung. Kebutuhan lemak akan berubah dan menurun ketika bayi sudah menjadi lebih besar dan menerima makanan padat.

d.                       Karbohidrat
               Kebutuhan karbohidrat sangat tergantung pada besarnya kebutuhan energi. Sumber karbohidrat utama bagi bayi adalah Laktosa yang terdapat dalam ASI. ASI yang dikonsumsi bayi mengandung laktosa sekitar 7%. Kadar laktosa yang tinggi akan mengakibatkan terjadinya pertumbuhan lactobacillus dalam usus bayi sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi. Selain itu, kadar laktosa yang tinggi dapat memperbaiki penahanan ( retensi ) beberapa mineral penting untuk pertumbuhan bayi, seperti kalium, fosfor dan magnesium.
Bayi yang sudah mulai mendapatkan makanan padat akan memperoleh karbohidrat dari makanan jenis buah-buahan ( glukosa ), madu ( fruktosa ), serta gula pasir                    ( sukrosa ). Karbohidrat sebagai sumber energi dibutuhkan dalam jumlahh yang besar guna proses pertumbuhan bayi yang sangat cepat semenjak dilahirkan.
  
e.                       Vitamin
               Vitamin merupakan unsur esensial bagi gizi normal. Vitamin adalah suatu zat organik yang tidak dapat dibuat oleh tubuh, tetapi diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan tubuh dan pemeliharaan kesehatan. Kecuali Vitamin D, semua kebutuhan vitamin pada bayi yang mendapatka ASI akan terpenuhi selama mendapatkan ASI dalam jumlah cukup dan ibu memiliki status gizi yang baik. Kebutuhan vitamin D dapat terpenuhi dengan mengaktifkan vitamin D yang ada dalam tubuh bayi dengan cara mendapatkan penyinaran sinar matahari. Penyinaran oleh sinar matahari berlangsung selama 10-15 menit tiap hari. Hal ini akan memenuhi kebutuhan bayi akan vitamin D sebesar 5 microgram ( 200 IU ) per hari. Setelah bayi mulai dengan makanan padat, bayi memperoleh vitamin dari asupan makanan padatnya di samping dari ASI yang masih terus diberikan.

f.           Mineral
               Kebutuhan mineral pada bayi dapat dipenuhi melalui pemberian ASI dan ketika bayi mulai mendapatkan makanan padat juga dapat diperoleh melalui makanan pendamping ASI. Manfaat mineral secara umum adalah untuk membangun jaringan tulang dan gigi, mengatur tekanan osmose dalam tubuh, memberikan elektrolit untuk keperluan otot-otot syaraf, serta membuat berbagai enzim.

g.                        Air
               Kecukupan air pada bayi merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Kecukupan air pada bayi usia 3 bulan sebanyak 150 ml/kg BB. Kecukupan air pada bayi lebih besaar daripada orang dewasa karena kehilangan air melalui kulit dan ginjal pada bayi lebih besar. Kecukupan cairan pada bayi harus sangat diperhatikan karena bayi biasanya rentan terhadap penyakit yang mengakibatkan kehilangan air, seperti diare, demam dan muntah-muntah.

2.                       Pola Pemberian Makanan pada bayi menurut umur
               Pola makan pada kelompok bayi berbeda dengan orang dewasa dikarenakan kemampuan fisiologis bayi belum berkembang secara sempurna sehingga pola pemberian makanan kepada bayi harus diberikan sesuai usianya. Pemberian makanan pada bayi harus diberikan secara bertahap, baik bentuk, jenis makanan, frekuensi atau jumlahnya.

a.      Usia bayi 0-6 bulan
               Selama ibu hamil, bayi menerima makanan dari ibu melalui placenta. Setelah bayi lahir, makanan bayi hanya didapat dari ibu yaitu Air Susu Ibu ( ASI ). Pemberian ASI harus dilakukan segera setelah bayi lahir dalam waktu 1 jam pertama. Sampai usia 6 bulan, bayi cukup mendapatkan asupan makanan dari ASI tanpa ditambah makanan atau minuman lain karena ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi pada 6 bulan pertama kehidupannya ( ASI ekslusif ). ASI pertama yang diberikan bayi disebut kolostrum, kolostrum ini sedikit lebih kental dan berwarna kekuningan. Kolostrum mengandung lemak, protein dan sistem kekebalan.Sistem kekebalan pada bayi diperoleh dari ibunya dan tetap ada sampai beberapa bulan setelah lahir. Beberapa hari setelah persalinan, komposisi kolostrum ini berubah menjadi komposisi normal ASI ( mature milk ).
Manfaat Pemberian Asi bagi bayi :
-   Mengandung zat gizi yang sesuai dengan bayi
-   Mengandung zat kekebalan
-   Mempunyai efek psikologis
-   Menyebabkan pertumbuhan yang baik
-   Mengurangi kejadian karies gigi
-   Mengurangi kejadian malokusi rahang dan lidah ( gigi tonggos )
Manfaat bagi Ibu :
-   Menyusui akan menyebabkan uterus berkontraksi sehingga pengembalian uterus kepada kondisi fisiologis sebelum kehamilan dapat berlangsung dengan cepat
-   Memperkecil resiko perdarahan setekah melahirkan
-   Mengurangi resiko terkena penyakit kanker, seperti kanker payudara dan kanker indung telur
-   Menyusui dapat mengurangi kemungkinan untuk hamil karena menyusui menyebabkan kesuburan ibu berkurang untuk beberapa bulan.
-   Pemberian ASI lebih praktis, ekonomis dan higienis.

               Pemberian ASI dilakukan sesering mungkin tanpa batas waktu. Biasanya dalam sehari diberikan antara 5-7 kali dengantotal jumlah ASI perhari 720-960 ml, sedangkan jumlah ASI yang diberikan untuk setiap kali bayi disusui sebanyak 100-200 ml.
               Jika bayi mendapatkan makanan pendamping ASI ( sebelum usia 6 bulan ) terlalu dini maka akan meningkatkan resiko penyakit diare serta infeksi lainnya. Selain itu juga akan menyebabkan jumlah ASI yang diterima bayi berkurang, padahal komposisi ASI pada 6 bulan pertama sangat cocok untuk kebutuhan bayi, akibatnya pertumbuhan bayi akan terganggu. Sebaliknya jika makanan pendamping diberikan terlambat ( melewati usia 6 bulan ) maka bayi akan mengalami kekurangan zat gizi terutama energi dan protein juga zat besi. Akibatnya akan menyebabkan pertumbuhan bayi terhambat, bayi mengalami anemia, atau defisiensi zat gizi lainnya.

b.      Usia 6-9 bulan
               Setelah Usia 6 bulan ASI tetap diberikan namun tidak sebagai makanan utama sehingga bayi sudah harus diperkenalkan dengan makanan yang dikenal dengan istilah makanan pendamping ASI ( MPASI ). Makanan pendamping dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bayi yang semakin meningkat sesuai bertambahnya umur.
               Setelah usia 6 bulan, bayi biasanya memiliki tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa bayi siap menerima makanan lain selain ASI, diataranya yaitu :
a. Memiliki kontrol terhadap kepala yang ditunjukkan dengan kemampuan bayi mempertahankan posisi kepala yang tegak dan mantap.
b. Memiliki kemampuan untuk duduk dengan nyaman minimal 10 menit.
c. Membuat geraka mengunyah
d. Menunjukkan adanya peningkatan berat badan
e. Mulai tertarik terhadap makanan.
               Makanan pendamping untuk usia 6-9 bulan adalah berupa bubur susu sampai dengan nasi tim lumat. Pemberian makanan dimulai dengan bertesktur sangat lembut dan encer kemudian bertahap ke bentuk yang lebih kental. Frekuensi pemberian makanan pendamping sebanyak 2 kali sehari dengan jumlah yang disesuaikan dengan umur. Usia 6 bulan deberikan 6 sendok maka 7 bulan 7 sendok makan, dan memasuki usia 8 bulan sebanyak 8 sendok makan.

c.        Usia 10-12 bulan
               ASI tetap diberikan dengan ditambah makanan padat berupa bubur nasi sampai dengan nasi tim. Frekuensi pemberian makanan pendamping sebanyak 3 kali sehari atau lebuh tergantung kemampuan bayi dalam menerima makanan dengan jumlah yang disesuaikan dengan umur. Usia 9 bulan diberika sebanyak 9 sendok makan, usia 10 bulan 10 sdm, dan memasuki 11 bulan sebanyak 11 sdm.
TAHAP PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING

6-8 bulan
8-10 bulan
10-12 bulan
12-18 bulan
Tekstur makanan
Makana Lumat
Makanan Lembik
Makanan Lunak
Makanan Keluarga
Contoh makanan dapat diperkenalkan
Bubur susu, pisang kerok, sari tomat, bubur sari kacang hijau, sari buah jeruk, bubur saring campur ikan/hati
Makanan pertama : umumnya berupa bubur tepung beras
Bubur nasi campur dengan sayuran. Kentang halus campur, biscuit.
Nasi tim campur, mie, telur puyuh/ikan dengan sayuran, bubur ayam, setup pepaya
NAsi keluarga, makanan yang lebih bervariasi rasa maupun tekstur

JADWAL PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI MENURUT UMUR
Jam
6-8 bulan
8-10 bulan
10-12 bulan
12-18 bulan
06.00
ASI
ASI
ASI
ASI
08.00
Bubur susu
Bubur Susu
Nasi tim utuh
Nasi lengkap keluarga
10.00
Buah
Buah
Buah-biskuit/ bubur susu
Buah-biskuit
12.00
ASI
Nasi tim saring/kasar
Nasi tim utuh
Nasi keluarga lengkap
14.00
ASI
ASI
ASI
ASI
16.00
Buah
Biskuit
Buah-biskuit/bubur
Buah-biskuit
18.00
Nasi Tim Saring
Nasi tim saring/kasar
NAsi tim utuh
Nasi keluarga
20.00
ASI
ASI
ASI
ASI

-   Berikan makanan selingan 2 kali sehari antara waktu makan, berupa biskuit, pisang, bubur kacang hijau, ataupun nagasari.
-   Sebagai selingan dapat diberikan sari buah yang manis dan disaring.
-   Bubur saring hanya boleh diberikan jika bayi telah tumbuh gigi, sedangkan makanan yang dicincang diberikan setelah bayi pandai mengunyah.
-   Setiap kali makan cukup perkenalkan satu jenis makanan saja dalam jumlah kecil. Jika bayi tidak dapat menerima suatu jenis makanan dan nenimbulkan rekasi alergi maka untuk sementara pemberian jenis makanan tersebut dihentikan.
-   Tambahkan telur/ikan/tahu/tempe/daging sapi/wortel/bayam/santan/minyak pada makanan pendamping.
-   Memperkenalkan sayur dan dan buah yang berserat rendah seperti wortel, tomat, bayam, jeruk, pisang, pepaya, alpukat dan pir.
-   Makanan sebaiknya tidak dicampur karena bayi harus mempelajari perbedaan tekstur dan rasa makanan.
-   Bayi dapat diajari makan dan minum sendiri menggunakan sendok dan gelas
-   Makanan padat jangan dimasukkan ke dalam botol susu atau membuat lubang dot lebih besar yang mengesankan bayi seolah-olah seperti bayi menyusu.
-   Tetap berikan ASI sampai anak berusia 2 tahun

Cara mengatasi masalah konsumsi pangan pada bayi :
1.      Sulit Makan
            Bayi pada usia ini biasanya sudah bisa menentukan makanan apa yang lebih ia sukai dibandingkan makanan lainnya. Anda mungkin akan melihat bayi Anda lahap memakan satu jenis makanan dan menolak jenis makanan yang lain. Terkadang mungkin ia akan bermain dengan makanan yang Anda berikan, atau malah membuangnya ke lantai.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan berkaitan dengan makanan adalah kemandirian bayi Anda. Pada tahap ini, keinginan si kecil untuk melakukan segala sesuatu sendiri semakin meningkat, termasuk dalam hal makan.
Terkadang yang membuat bayi Anda “protes” bukan makanan yang Anda berikan kepadanya, melainkan ketidakpedulian Anda terhadap keinginannya untuk bisa makan sendiri
Alasan lain yang bisa menyebabkan bayi Anda susah makan adalah tekstur makanan yang Anda berikan, sehingga berikut beberapa tips dan trik dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan makan anak :
-          Ketika makan jangan terburu-buru si kecil untuk segera menelan makaan yang ada di mulutnya. Beri ia waktu untuk mengunyah dan menelannya. Selain itu penting pula kiranya Ibu memberinya motivasi.
-          Ibu yang kreatif biasanya senang mencari-cari resep dan membuat berbagai macam kreasi makanan. Makanan yang bervariasi memang penting untuk membangkitkan selera makan si kecil. Namun, sebaliknya periksa kondisi si kecil terlebih dahulu sebelum anda mengenalkan makanan baru tersebut.
-          Anda dapat menghibur si kecil dengan permainan imajinatif seraya dia makan. Sehingga pengalaman makan merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan baginya.
-          Terkadang bayi malas makan makanan tertentu. Jika itu terjadi, sebaiknya jangan memaksanya. Hentikan dulu memberikan makanan padat tersebut pada si kecil. Ibu dapat mengganti dengan makaan yang lain yang sekiranya disukai si kecil. Ibu dapat mengulanginya memberikan makanan tersebut setelah satu minggu kemudian.
-          Kandungan gizi dalam ASI dapat memenuhi seluruh kebutuhan gizi pada bayi. Jadi, tidak ada salahnya tetep memebrikan ASI selama bayi anda masih mau. Bahkan disaranka ibu tetap memberikan ASI hingga si kecil berusia dua tahun.
-          Kesulitan makan juga dapat terjadi jika sistem pencernaan mengalami gangguan atau ia menderita penyakit ringan. Ia biasanya haya mau minum susu saja. Jika S kecil makan memang karena hal tersebut, maka jangan memaksanya. Biarkan si kecil sembuh dari sakitnya terlebih dahulu, baru kemudian ibu dapat memberinya makanan padat lagi. Selera makan si kecil akan kembali seperti semula setelah ia sembuh dari sakitnya.
-          Sebaiknya ibu menghindari memberikan makanan padat bayi melalui botol. Lebih baik jika ibu memberikan makanan tersebut dengan menggunakan sendok. Jangan lupa mencuci tangan sebelum memberikan  makan.
-          Jangan kecewa bila si kecil menolak makaan yang Ibu siapkan. Bersikaplah santai. Ibu dapat mencobanya kembali esok hari. Seperti rasa marah, rasa kecewa ini juga dapat mempengaruhi suasana hati si kecil. Hal tersebut dapat memberinya pengalaman yang tidak menyenangkan pada saat makan.

2.      Nafsu Makan Rendah
            Secara umum penyebab umum kesulitan makan pada anak dibedakan menjadi 3 faktor, diantaranya hilang nafsu makan, gangguan proses makan di mulut dan pengaruh pskologi. Penyebab paling sering adalah hilangnya nafus makan, diikuti gangguan proses makan. Sedangkan faktor psikologis yag dulu dianggap sebagai penyebab utama, mungkin saat ini mulai ditinggalkan dan sangat jarang. Berkurang atau hilanganya nafsu makan biasanya karena gangguan fungsi pencernaan, gagguan fungsi pencernaan tersebut akdang tampak ringan seperti tidak ada gagguan. Tanda dan gejala yang menunjukkan adanya gangguan tersebut adalah perut kembung, sering cegukan, sering buang angin, sering muntah atau seperti hendak muntah bila disuapi. Gampang timbul muntah terutama bila mengangis, berteriak, tertawa, berlari atau marah. Sering nyeri perut sesaat, bersifat hilang timbul. Sulit buang air besar, tidak setiap hari buang air besar, atau sebaliknya buang air besar  sering. Kotoran tinja berwarna hitam atau hijau, berbentuk keras, bulat seperti kotoran kambang atau cair disertai bentuk seperti biji lombok, pernah ada riwayat bercak darah. Gangguan tidur maan: malam rewel, kolik, tiba-tiba mengigau atau menjerit, tidur bolak balik dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Lidah tampak kotor, berwarna putih serta air liur bertambah banyak dan mulut berbau.
3.      Memilih-milih makanan
                        Biasanya ada beberapa makanan yang sering ditolak oleh bayi, diantaranya daging, serat daging yang kasar dan cukup liat sering membuat anak kesulitan mengunyahnya. Jika ini masalahnya, sebaiknya anda coba terlebih dahulu hidangan daging yang akan diberikan pada si kecil, apakah cukup empuk atau tidak. Pilih daging has dalam yang empuk dan sajikan dalam potongan kecil-kecil sehingga ia tak perlu menggigit untuk memotong keratan yang masuk ke mulutnya atau daging giling. Selain daging, makanan yang sering ditolak oleh bayi adalah sayur, penyebabnya mungkin karena serat sayuran yang sulit dikunyah dan ditelan. Rasa sayur juga kurang disukai apalagi penampilan sayuran kurang menarik, Berikut tips dan trik agar bayi kita menyukai sayuran :
1. Jika anak tidak menyukai satu jenis sayuran yag anda berikan. Ganti dengan jenis sayuran lain. Sajikan sayur dengan wadah berbeda dan menarik.
    Berikan sayur sebelum si kecil makan yaitu ketika ia sedang lapar-laparnya
2.      Jika si kecil tidak menyuaki bentuk penyajian dan rasanya, anda dapat mengolahnya dalam bentuk makanan yang berbeda, bukan berupa sayuran berkuah tapi sebagai cemilan.
3.      Kalau masih tidak suka sayur, makan penggantinya bisa buah-buahan. Buah-buahan tak harus disajikan dalam bentuk potongan, tetapi dalam bentuk minuman jus sehingga lebih mudah ditelan.
4.      Anda sebaiknya mengenalkan sayuran terlebih dahulu kepada si kecil sebelum mengenalkan buah. Hal ini dapat meminimalisir kemungkinan si kecil tidak menyukai sayuran.
4.      Gangguan Proses makan di mulut
               Proses makan terjadi dari memasukkan makanan di mulut, mengunyah dan menelan, Ketrampilan dan kemampuan koordinasi dan pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan tersebut. Pergerakan motorik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan di otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan Proses makan di mulut tersebut sering kali berupa gangguan mengunyah makanan misalnya:
- Keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia Sembilan bulan
- Belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun, tidak bisa makan dagings api ( empal ) atau sayur berserat seperti kangkung.
- Bila anak muntah dan akan terlihat tumpahannya terdapat bentukan nasi yang masih utuh
               Hal-hal di atas menunjukkan bahwa proses mengunyah tersebut tidak sempurna. Kelainan lain yang berkaitan dengan koordinasi mulut adalah keterlambatan bicara dan gangguan bicara ( cadel, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti ). Gangguan motorik proses makan ini biasanya disertai gangguan keseimbanagn motorik kasar lainnya seperti tidak mengalami poroses perkembangan normal duduk, merangkak dan berdiri.

5.      Gangguan Psikologis
               Gangguan Psikologis dahulu dianggap sebagai penyebab utama kesulitan apda anak. Untuk memastikan gangguan psikologis sebagai penyebab utama kesulitan makan pada anak harus dipastikan tidak adanya kelainan organic pada anak. Pakar psikologis menyebutkan sebab meliputi gangguan negatifisme, menarik perhatian, ketidakbahagiaan, atau perasaan lain pada anak, kebiasaan rewel pada anak digunakan sebagai upaya mendapatkan yang sangat diinginkannya, sedang tertarik permainan atau benda lainnya meniru pola makan orangtua atau saudaranya reksi anak yang manja.
               Beberapa aspek psikologis dalam hubungan keluarga, baik antara anak dan orangtua, antara ayah dan ibu atau hubungan antara anggota keluarga lainnya dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak. Sikap orangtua dalam hubungannya dengan anak sangat menentukan untuk terjadinya gangguan psikologis yang dapat mengakibatkan gangguan makan, beberapa hal tersebut diantaranya adalah perhatian dan perlindungan berlebihan pada anal. Orangtua yang pemarah, stress dan tegang teris menerus, kurangnya kasih saying secara kualitas dan kuantitas, kurangnya pengertian dan pemahaman orangtua terhadap kondisi psikologis anak, hubungan antara orangtua yang tidak harmonis, sering ada pertengkaran dan permusuhan.
6.      Alergi Makanan
              Sebagian mungkin ada yang bayinya sudah atau baru mulai menerima MPASI (Makanan Pendamping ASI) pada tahap ini. Jika ya, maka perhatikan jika ada reaksi alergi dari si kecil terhadap makanan yang di berikan, terutama jika Anda atau keluarga Anda memiliki kelainan ini.Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah tanda-tanda alergi terhadap makanan yang timbul pada bayi Anda, seperti: seak nafas, hidung tersumbat, mata berair, bercak pada kulit, diare. Jika ini terjadi, maka sebaiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter anak Anda.
                        Sebagai langkah aman, Anda bisa memberikan makanan yang memiliki resiko sangat kecil dalam menimbulkan alergi, seperti kentang manis dan sereal beras. Hindari makanan yang sering menimbukan alergi seperti:  Produk susu olahan,  Coklat, Putih telur,  Kacang,  Kedelai.
               Timbulnya alergi biasanya tidak lama setelah bayi mengkonsumsi makanan tertentu. Oleh karena itu, ketika mengenalkan berbagai makanan baru kepada bayi, sebaiknya memberikannya satu persatu. Berikan selama tiga sampai empat hari berturut-turut dan perhatikan apakah ada gejala tertentu yang muncul. Alergi ini sesungguhnya adalah reaksi tubuh dari sistem kekebalan tubuh atau imun bayi. Sistem kekebalan tubuh tersebut melepaskan antibody untuk menolak makanan yang masuk ke dalam pencernaan karena mengandung zat tertentu yang tidak dapat diterima tubuh. Bila bayi anda mengalami hal tersebut, sebaiknya dilakukan penganganan sedini mungkin. Kosnultasikan dengan dokter, mempelajari riwayat alergi keluarga anda atau suami kiranya penting untuk dilakukan. Sehingga anda dapat lebih berhati-hati mengenalkan makanan baru bagi si kecil
               Bila alergi terjadi pada bayi dengan frekuensi tinggi, sebaiknya bayi anda mendapatkan tes alergi. Sehingga anda akan dapat mengetahui berbagai jenis makanan yang dapat menimbulkan alergi pada bayi.
7.      Bila Sulit makan Karena sakit
                        Kesulitan makan bukanlah diagnosis atau penyakit, tetapi merupakan gejala atau tanda adanya penyimpangan, kelainan dan penyakit yang sering terjadi pada tubuh anak. Pengertian Kesulitan makan pada anak jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai secara fisiologis ( alamiah dan wajar )
·         Diare : Usahakan si kecil untuk minum cukup banyak untuk mengganti cairan yang keluar. Bubuhi garam oralit yang akan diberikan. Berikan makanan lunak, antara lain nasi lembek, atau pisang yang dikerok. Tidak dianjurkan memberikan buah-buahan selain pisang. Berikan susu yang diencerkan atau susu khusus untuk diare sampai diarenya berakhir.
·         Demam : Tubuh si kecil membutuhkan banyak cairan untuk membantu menurunkan suhu tubuh sehingga ia akan sering merasa kehausan. Berikan minum sesering mungkin berupa iar putih, susu atau air sari buah. Untuk makanan, berilah yang mudah ditelan dan dicerna, yakni yang bertekstur lunak dan cair.
·         Batuk pilek : Untuk membangkitkan selera, anda dapat memberikan makanan segar, seperti sup hangat atau pudding. Anak juga harus diberi air sesering mungkin. Hindari makanan manis, gorengan atau terlalu dingin.
·         Muntah-muntah : Setelah minum, cobalah untuk menghilangkan rasa tidak enak dan bekas muntah. Bila tidak muntah lagi berikan minuman secara bertahap selama beberapa jam kemudian. Bila anak anda masih tidak muntah, baru memberikan makanan lunak.
·         Alergi : Pada beberapa anak yang baru pertama diberikan susu formula mungkin akan mengalami laergi karena proses penyesuaian organ. Alergi terjadi terutama akibat kandungan protein dalam makanan. Seperti zat adiktif yang dicampurkan dalam makanan. Namun bial alerginya ringan, jangan hentikan susu, tetapi tetap diberikan segelas susu sehari sedikit demi sedikit.
·         Sembelit : Atasi dengan memberikannya air putih atau jus buah. Hentikan pemberian jenis makanan berlemak dan yang manis-manis. Ganti dengan buah-buahan. Sayuran dan bubur sereal dalam jumlah yang secukupnya.
·         Tuberkulosis : Penyakit TBC sering dianggap biang keladi terjadinya penyebab utama kesulitan makan pada anak. Diagnosis pasti TBC anak sulit oleh karena penemuan Micobacterium Tuberculosisi ( M.TBC ) pada anak tidak mudah. Cara-cara lain untuk pemeriksaan laboratorium darah secara bekteriologis atau serologis masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat dipakai secara praktis klinis. Karena kesulitan diagnosis tersebut sering terjadi overdiagnosis atau underdiagnosis.
8.      Pengenalan Disiplin dan Aturan Keluarga
              Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam proses belajar makan bayi mengingat   keterbatasannya dalam hal ini. Hal tersebut terutama yang berkaitan dengan sistem       pencernaan dan koordinasi organ tubuhnya. Beberapa hal tersebut antar lain :
·         Disiplin pada bayi dapat anda tanamkan mulai dari waktu makan. Misalnya dengan menepati jam makan. Disiplin dapat anda terapkan ketika bayi berusia 9 sampai 12 bulan. Hal ini karena pada usia ini merupakan masa pembentukan pola makan keluarga.
·         Anda dapat membiasakan si kecil menerima finger food atau makanan berbentuk batangan. Finger foof ini dapat melatih bayi untuk mengambil makananannya sendiri kemudian makan dan mengunyahkannya sendiri.
·         Ketika anda suapi mungkin si kecil ingin mencoba makan sendiri. Oleh karena itu sediakan sendok dan mangkuk dengan sedikit makanan untuk si kecil belajar makan sendiri. Kemudian untuk makanan utama yang Anda berikan pada si kecil taruh dalam mangkuk dan sendok yang berbeda, Jadi, ketika sikecil ingin mencoba makan sendiri, biarkan ia melakukannya dengan sendok dan mangkuk yang pertama.
·         Memaksa bukan merupakan sebuah penyelesaian, Oleh karena itu, jangan memaksakan apapun pada bayi anda. Misalnya tidak memaksanya untuk segera makan, tidak memaksanaya untuk menghabiskna makananannya, ataupun makan suatu jenis makanan yang tidak disukainya.
·         Biarkan tubuh bayi belajar dan berlatih mengenali porsi makanan yang dibutuhkannya. Pada usia ini, daya tamping lambung masih terbatas, yaitu berkisar antara 130-200 ml
·         Koordinasi tangan dan mata bayi belum begitu baik. Terkadang, sepotong makanan yang tadinya ia arahkan ke dalam mulut malah mencolok matanya. Selain itu, tidak menutup kemungkinan sepotong kecil makanan yang salah ia telan dapat mengakibatkan tersedak dan berakibat fatal, Oleh karena itu jangan tinggalkan si kecil makan sendiri.






BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
A.SIMPULAN
            Upaya memenuhi kecukupan gizi bayi dan kesehatan bayi agar bayi dapat tumbuh           dan berkembang dengan baik membutuhkan ketelitian, ketelatenan dan kesabaran orangtua, Bayi yang sehat baik secara fisik, mental maupun psikososial akan       menunjukkan tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki            anak. Hal ini dapat terwujud apabila dilakukan upaya pembinaan tumbuh kembang         yang memadai termasuk pengasuhann dan perawatan anak di lingkungan bio-fisiko-    psikososial yang adekuat, dengan menerapkan 3 A ( Asah, Asih dan Asuh ), anak          diberi kasih sayang yang cukup, diperhatikan kesehatan dan kebersihannya,            diberikan makanan bergizi, dengan pola asuh yang baik dan terus di asah sehingga             ketrampilannya berkembang dengan baik.
B.      SARAN
Setiap Orang tua hendaklah memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan Bayinya,karena kelompok bayi merupakan kelompok yang rentan dan termasuk golden age.







PUSTAKA ACUAN
Arisman Mb,2004.Gizi dalam daur kehidupan.jakarta : EGC
Departemen Kesehatan.1997.Pedoman pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Tumbuh  
           Kembang Anak ditingkat Pelayanan Dasar.Jakarta
Euis Komariah Ahmad.1998.Diktat Mata Kuliah Perkembangan Keluarga.Bandung:STP
Djoko Subinarto.2005.Superfood for children.Jakarta:Media Inc
Gde Nuh.1995.Tumbuh Kembang Anak.Jakarta: EGC
I dewa Nyoman Supariasa.2001.Penilaian Status Gizi.Jakarta : EGC
Majalah Parenting edisi juni 2001.jakarta
MT Indiarti.2008.ASI Susu Formula dan Makanan Bayi.Jakarta : Elmatera Publishing
Sari Husada.2011.Berilah yang paling Tepat untuk buah hati anda.Bandung
Sulistyoningsih,Haryani.2011.Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak.Yogyakarta:Graha Ilmu
Sears,William dan Martha Sears. 2009.The Babby book edisi 1.Jakarta : PT Ikrar Mandiriabadi
Sears,William dan Martha Sears. 2009.The Babby book edisi 2.Jakarta : PT Ikrar Mandiriabadi
Sears,William dan Martha Sears. 2009.The Babby book edisi 3.Jakarta : PT Ikrar Mandiriabadi
www.clubnutricia.co.id › My Baby  
www.tipsbayi.com/category/makanan-bayi -
www. pondokibu.com/.../bayi.../trik-jitu-menyiasati-masalah-susah-makan-pada-balita/ -

MAKALAH
“BAYI”
Disusun untuk memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Perkembangan Keluarga

Disusun Oleh :
Neni Triana
NIM.10.011.006
Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTPTEnD1T8hwZXXQgltLGZyD_OD4ci4ZsChHOEkxsJ78MhEc24IugbPMQhttp://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRm6Fb38-XO4x_OrYzU8X-33GElBgLBbVeWhmFqkd8F5-uPCzIj&t=1
                                                                  




Sekolah Tinggi Pertanian Jawa Barat
2011

KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kehadirat Allah SWT, karena dengan Karunia dan hidayahnya lah akhirnya penyusun dapat menyelesaikan makalah “ Bayi “ ini.Solawat serta salam tak lupa dicurahkan pada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya dan kepada kita selaku umatnya hingga akhir zaman.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Perkembangan Keluarga. Makalah ini berisi mengenai hasil pengamatan terhadap permasalahan Pertumbuhan, Perkembangan dari segi fisik ,psikis dan konsumsi pangan dari Bayi                        ( kelompok 0-12 bulan ). Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan masukan yang sangat membangun demi perbaikan makalah ini sangat penyusun harapkan.
Akhirnya, Penyusun ucapkan terimakasih kepada Ibu-ibu Kader posyandu, Ibu-ibu bayi, yang telah bersedia dilakukan pengamatan ( wawancara ) terhadap bayinya, sehingga makalah ini bisa disusun. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca umumnya.
                                                                                                Bandung, Juni 2011
                                                                                                Penyusun






DAFTAR ISI
Kata Pengantar                                                                                                           i
Daftar Isi                                                                                                                     ii
BAB I Pendahuluan    
A.   Latar Belakang                                                                                             1
B.   Tujuan                                                                                                          2
BAB II Permasalahan
A.      Segi Fisik                                                                                                     3
B.      Segi Psikis                                                                                                   7
C.      Segi Konsumsi Pangan                                                                                7
BAB III Pembahasan
A.      Segi Fisik                                                                                                     9
B.      Segi Psikis                                                                                                   23
C.      Segi Konsumsi Pangan                                                                                29
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN
A.         Simpulan                                                                                                     44
B.         Saran                                                                                                          44
Pustaka Acuan                                                                                                             iii

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar